Bersujud di Hijir Ismail

19.01
Sama seperti Hajar Aswad yang butuh perjuangan untuk menghampirinya, begitu pula dengan Hijir Ismail. Tak mudah untuk memasuki area ini karena ukurannya yang tidak besar menjadikan kita harus berdesak-desakkan dengan jamaah lain.
 
Mengapa bersusah-susah untuk masuk ke Hijir Ismail? Karena tempat ini juga termasuk tempat-tempat utama untuk berdoa (selain Multazam dan Maqam Ibrahim). Banyak riwayat yang menceritakan keistimewaannya.
 
Ada pengalaman unik saat aku dan istri berusaha masuk ke Hijir Ismail. Saat tubuh semakin terdesak, tiba-tiba ada orang yang merentangkan tangan, seolah-olah melindungi kami. Begitu terus hingga akhirnya kami berhasil masuk. Tak cukup sampai disitu, 'pengawalan' terus ia lakukan saat istriku sedang melakukan sholat. Sekedar info, sholat disini benar-benar jauh dari kondisi ideal. Jangankan untuk sujud dan ruku, untuk bisa berdiri sempurna saja sudah untung. Hal ini karena begitu berdesakkan dan banyak orang yang lalu lalang. Tanpa dijaga dari dua arah, rasanya memang sulit untuk bisa sujud dengan tenang karena khawatir kepala terinjak. Beruntung ada orang tadi. Entah siapa dan dari mana, yang jelas wajahnya sangat Indonesia.
 
Selesai istriku sholat, giliran aku yang sholat dan istriku yang akan menjaga. Tapi karena situasi yang semakin padat, aku menengok mencari tempat lain yang lebih lowong. Kalau tetap disitu rasanya mustahil untuk aku bisa sujud. Akhirnya terlihat ada tempat yang kosong, kami segera mundur beberapa langkah. Disini tempatku sholat lebih lapang dibanding tadi. Saat itulah kami tak melihat lagi orang yang tadi mengawal. Kemana? Mungkin sudah keluar lebih dulu. Entahlah.
 
Siapapun dia, terima kasih ya Allah. Hanya Engkaulah yang mampu menggerakkan para mahlukMu... 

Menuju Maha Cinta

TRAVEL HAJI DAN UMRAH | MURAH BERKUALITAS

Artikel Terkait

Previous
Next Post »